Kampung bumi dahulu merupakan daerah lingkungan dalam kekuasaan kraton kasunanan surakarta,kampung bumi menrupakan daerah kediaman seorang nayoko Bumi yang mana kampung bumi merupakan sebuah wilayah yang masih menjadi bagian dari desa Sondakan yang di pisah menjadi 2 wilayah kampung yakni kampung bumi kidul dan kampung bumi lor.

Pada tahun 1940 kampung bumi kidul memisahkan diri dari wilayah desa Sondakan dan berdiri sendiri menjadi sebuah desa bernama Bumi kidul dengan Lurah yang diangkat dari kraton surakarta bernama R.Ng.Atmodimedjo.

Dalam wilayah desa Bumi kidul memiliki beberapa kampung / hunian masyarakat secara mengelompok sesuai dengan pekerjaan / kedudukannya yakni :

  • Tegalsari ; berasal dari nama Tegal dan Sari dimana di kampung ini masih banyak tegalan untuk mencari penghidupan ( sari ) yakni tempat untuk menjembur batik.
  • Reksogadan adalah sebuah kampung yang terletak di pusat pemerintahan desa saat itu ( menurut sejarah komplek\ kantor Kelurahan Bumi yang pertama adalah di lokasi sekitar masjid rahayu ) dimana seorang bekel bernama bekel Reksogodo dari kraton kasunan surakarta berdiam.
  • Potroklasan sama halnya dengan Kampung Reksogadan yang didiami seorang bekel, bedanya asal nama kampung ini berasal dari nama sebuah pemakaman di mana di kompleks makam tersebut bersemayam seorang ulama kraton bernama Kyai Potrokloso ( Kompleks kantor Kelurahan Bumi yang sekarang ini di duga adalah lokasi kompleks makam potrokloso ).
  • Kabangan,berasal dari kata abang ( Merah ) di mana di kampung ini dahulu di huni oleh sebagian besar para buruh kasar saudagar batik yang karena kondisi perekonomian nya mereka tidak mau ( penyusun lebih mengarah pada kalimat : Tidak memiliki waktu )untuk mengikuti kegiatan – kegiatan keagamaan, majelis ilmi,dll sehingga masyarakat menyebutnya “ wong abangan”
  • Jagalan,konon asal nama kampung ini berasal dari profesi penghuninya yang rata – rata abdi dalem yang berprofesi sebagai tukang potong hewan.
  • Baron, menurut cerita masyarakat kampung baron terbentang sangat luas. ( yang sekarang meliputi Baron gede,Baron kunden di wil kel. Panularan )pusat kampung Baron konon berada di wilayah RW VII, dimana menurut sejarah di wilayah tersebut awalnya adalah sebuah tanah lapang yang mana di sebelah baratnya adalah kandang – kandang kuda milik orang belanda dan di sebelah utara ( perkiraan sekarang di depan sabar motor ) berdiri sebuah bangunan ( loji ) kediaman seorang perwira Belanda bernama Baron sekeber.